Sabtu, 25 Januari 2014

RPP SUHU DAN KALOR KURIKULUM 2013





RPP SUHU DAN KALOR KURIKULUM 2013




RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah                         : SMA Negeri 1 Marioriwawo
Mata Pelajaran            : FISIKA
Kelas / Semester           : X  (Sepuluh) / Semester II
Materi Pokok                : Suhu dan Pemuaian
Alokasi Waktu              :  2 x 45’ (pertemuan 1 = 40 menit )





D.  Materi Pembelajaran
SUHU DAN PEMUAIAN

Manusia adalah  makhluk Allah yang paling mulia  yang wajib bersyukur hanya kepada Allah SWT.  Itulah sebabnya, semua aktivitas  harus dijalankan dengan penuh keikhlasan. Apapun aktivitas kita, apapun yang kita pelajari, dan apapun yang kita amati, maka semuanya harus bermakna dalam kehidupan ini. Kata kunci kebahagian manusia ada pada kualitas kesyukuran, nilai sosial (pemaaf), dan menjadi rahmatan lilaalamin(menyebarkan salam dengan senyum). Belajar suhu dan pemuaian sangat mendukung lahirnya kesadaran sebagai makhluk tuhan dan sikap ilmiah yang ditemukan dari yang super ilmiah. 
Coba amatilah alam secara makro maupun mikro!
Perhatikan kabel telepon pada musim dingin dan musim panas. Pada musim dingin kabel terlihat kencang dan pada musim panas kabel terlihat kendor. Gelas yang diisi air panas mendadak dapat pecah. Air yang mendidih kadang akan tumpah dari wadahnya jika terus dipanasi. Beberapa peristiwa di atas merupakan contoh dari pemuaian. Mengapa kabel listrik terlihat kendor di siang hari, rel kereta api diberi rongga pada sambungannya, demikian juga dalam pemasangan kaca pada jendela.
Pemuaian adalah bertambah besarnya ukuran suatu benda karena kenaikan suhu yang terjadi pada benda tersebut. Kenaikan suhu yang terjadi menyebabkan benda itu mendapat tambahan energi berupa kalor yang menyebabkan molekul-molekul pada benda tersebut bergerak lebih cepat. Setiap zat mempunyai kemampuan memuai yang berbedabeda. Umumnya zat akan memuai jika dipanaskan. Pemuaian akan menimbulkan masalah, tetapi juga dapat dimamfaatkan. Masalah-masalah, tetapi juga dapat dimamfaatkan. Masalah-masalah yang ditimbulkan pemuaian antara lain: rel kereta api dan jembatan beton melengkung, kaca jendela rumah atau mobil retak, pipa minyak membengkok, kawat telepon sengaja dibiarkan kendor agar tidak putus ketika menyusut.
Perhatikan pula pada musim dingin kabel terlihat kencang dan pada musim panas kabel terlihat kendor. Gelas yang diisi air panas mendadak dapat pecah. Air yang mendidih kadang akan tumpah dari wadahnya jika terus dipanasi. Beberapa peristiwa di atas merupakan contoh dari pemuaian. Pemuaian merupakan gerakan atom penyusun benda karena mengalami pemanasan. Makin panas suhu suatu benda, makin cepat getaran antaratom yang menyebar ke segala arah. Karena adanya getaran atom inilah yang menjadikan benda tersebut memuai ke segala arah. Pemuaian dapat dialami zat padat, cair, dan gas. Pada kesempatan ini kta akan membahas sunnatullah tentang pemuaian zat cair dan gas.

a.   Pemuaian volume zat cair
Zat cair tidak mengalami pemuaian panjang dan pemuaian luas, tetapi hanya mengalami pemuaian volume. Itulah sebabnya untuk zat cair hanya dikenal koefisien muai volume 𝛾, misalnya koefisien muai volume air adalah 2,1x10-4/oC. Umumnya zat cair memuai jika dipanaskan. Persamaan untuk menghitung pertambahan volume zat cair ΔV jika dipanaskan persis seperti pertambahan volume zat padat .
Hal penting yang perlu diketahui adalah bahwa pemuaian volume zat cair jauh lebih besar dari pada pemuaian volume zat padat. Itulah sebabnya air dalam panci yang sedang dimasak akan tumpah pada saat air akan mendidih.
Contoh 1:  Sebuah bejana diisi air dengan volume 1 liter pada suhu 25° C. Jika koefisien   muai panjang bejana 2,1 × 10-4 /°C, maka dengan bersyukur dan memohon  pertolongan Allah hitunglah dengan teliti volume air jika dipanaskan sampai pada suhu  75oC!
Jawab:     Terapkan rumus dengan ikhlas, maka insya Allah akan ditemukan volume sebesar 1,0105 liter
Latihan :  Dengan senantiasa bersyukur dan memohon  pertolongan Allah dalam manfaatkan potensi diri dengan  cermat, maka kembangkan contoh soal di atas minimal 3 soal.

Tugas Rumah :  

1.      Sebuah bejana diisi air dengan volume 2 liter pada suhu 25° C. Jika koefisien muai panjang bejana 2,1 × 10-4 /°C, maka dengan senantiasa bersyukur dan memohon  pertolongan Allah hitunglah dengan teliti volume air jika dipanaskan sampai pada suhu  95oC!
2.      Sebuah bejana diisi air dengan volume 1 liter pada suhu 20° C. Jika koefisien   muai panjang bejana 2,1 × 10-4 /°C, maka dengan bersyukur dan memohon  pertolongan Allah hitunglah dengan teliti volume air jika dipanaskan sampai pada suhu  75oC!
3.      Sebuah bejana diisi air bersuhu 25° C. Jika koefisien   muai panjang bejana 2,1 × 10-4 /°C dan volume setelah dipanaskan 1,02 liter, maka dengan bersyukur dan memohon  pertolongan Allah hitunglah dengan teliti volume awal air sebelum dipanaskan sampai pada suhu  75oC!
4.      Buatlah soal sendiri untuk melatih kemampuan diri dari dalam menguasai penerapan rumus pemuaian.

b.      Pemuaian volume gas
Coba siapkan botol yang berisi air panas! Tutuplah mulut botol dengan balon! Amati apa yang terjadi? Mengapa?  Gas juga dapat memuai dengan koefisien muai volume yang besarnya sama untuk semua jenis gas, yaitu γ = 1/273oC.
Gas tidak mengalami pemuaian panjang dan pemuaian luas, tetapi hanya mengalami pemuaian volume. Itulah sebabnya untuk zat cair hanya dikenal koefisien muai volume 𝛾, koefisien muai volume yang besarnya sama untuk semua jenis gas, yaitu γ = 1/273oC.  Umumnya semua zat memuai jika dipanaskan. Persamaan untuk menghitung pertambahan volume gas ΔV sama untuk pemuaian volume zat cair,  jika dipanaskan persis seperti pertambahan volume zat   padat yaitu berlaku:
.
Hal penting yang perlu diketahui adalah bahwa pemuaian volume gas lebih besar dari pemuaian volume zat cair dan pemuaian volume zat cair jauh lebih besar dari pada pemuaian volume zat padat. Itulah sebabnya air dalam panci yang sedang dimasak akan tumpah pada saat air akan mendidih.
Contoh 2:  Sebuah tabung  berisi gas 1 liter pada suhu 25° C. Jika koefisien   muai  volume gas sebesar γ = 1/273oC, maka dengan bersyukur dan memohon  pertolongan Allah hitunglah dengan teliti volume air jika dipanaskan sampai pada suhu  75oC!
Jawab:     Terapkan rumus dengan ikhlas, maka insya Allah akan ditemukan volume sebesar … liter

Latihan :   Dengan senantiasa bersyukur dan memohon  pertolongan Allah dalam manfaatkan potensi diri dengan  cermat, maka kembangkan contoh soal di atas minimal 3 soal.

Tugas Rumah :  

1.      Sebuah tabung  berisi gas 1 liter pada suhu 20° C. Jika koefisien   muai  volume gas sebesar γ = 1/273oC, maka dengan bersyukur dan memohon  pertolongan Allah hitunglah dengan teliti volume air jika dipanaskan sampai pada suhu  70oC!
2.      Sebuah tabung  berisi gas 1 liter pada suhu 30° C. Jika koefisien   muai  volume gas sebesar γ = 1/273oC, maka dengan bersyukur dan memohon  pertolongan Allah hitunglah dengan teliti volume air jika dipanaskan sampai pada suhu  95oC!
3.      Sebuah tabung  berisi gas 1 liter pada suhu 35° C. Jika koefisien   muai  volume gas sebesar γ = 1/273oC, maka dengan bersyukur dan memohon  pertolongan Allah hitunglah dengan teliti volume air jika dipanaskan sampai pada suhu  90oC!
4.      Buatlah soal sendiri untuk melatih kemampuan diri dari dalam menguasai penerapan rumus pemuaian.

Tugas Karya Ilmiah :  Mengkaji hikmah Allah menciptakan  panas . 

Cermat Arti Firman Allah  berikut ini!

Artinya:
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy[548]. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.
1.      Jelaskan makna ke dua ayat di atas yang ditulis tebal pada arti firma Allah SWT di atas!
2.      Tuliskan  firman Allah SWT tentang hujan!
3.      Diskusikanlah hubungan pemuaian dengan terjadinya hujan!
E.  Metode Pembelajaran
   1.  Model      :           -  Direct Instruction
                                                -  Cooperative Learning
               2.  Metode    :           -  Ceramah  dan    -  Demonstrasi/pengamatan media

F.  Media Pembelajaran :

      Alat/Bahan yang meliputi
a.       Manometer sederhana
b.      Korek Gas
c.       Stopwatch
d.      LKFPD (Lembar Kerja Fisika  Peserta Didik)

G. Sumber Belajar   
1.   Buku pegangan peserta didik (belum ada).
2.   Buku Seri Pendalaman Materi Fisika untuk SMA/MA oleh Ni Ketut Lasmi hal. 158
3.   Sumber lain yang relevan (misalnya, internet). 
4.   LEKAS Belajar Fisika X semester ganjil oleh Suyuti, dan BSE  , Internet
5.   Buku referensi yang relevan






H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

 

























 












II. Penilaian Sikap













                                                                                    Makassar,     November 2013                         Kepala Sekolah,                                                                       Guru Mata Pelajaran,

                     




NAHARUDDIN, S.Pd., M.Pd.                                                 SUYUTI, S.Pd., M.Si.
Catatan :
 

Tidak ada komentar: