Senin, 10 April 2023

PENINGKATAN MUTU HASIL BELAJAR DI SEKOLAH

 

PENINGKATAN MUTU HASIL BELAJAR DI SEKOLAH

SUYUTI, SMAN 5 SOPPENG

RUMUS : DISIPLIN (DI,DK) + TELADAN (ULIL AMRI) = SUKSES

Untuk mewujudkan  Peningkatan Mutu Hasil Belajar Di Sekolah, maka ada dua kata kunci yang harus ada dalam setiap aktivitas layanan pendidikan  yaitu disiplin dan teladan.  Kedua kata ini merupakan inti dari semua kesuksesan terutama dalam peningkatan mutu pendidikan.

          Berikut ini saya uraian gambaran singkat, dua kata kunci tersebut. Secara umum disiplin saya bagi menjadi dua point besar yaitu Disiplin Ibadah (DI) dan Disiplin Kerja(DK)

A.   DISIPLIN IBADAH

Kedisiplinan Ibadah merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan suatu perubahan positif pada semua bidang kehidupan. Hal tersebut disebabkan oleh  karena yang menjadi control utama semua aktivitas hidup agar berguna adalah waktu-waktu Ibadah (QS. Al-Jum’ah (62) ayat 9-11).  Hal ini juga sangat sesuai dengan tujuan penciptaan manusia yaitu untuk beribadah semata (QS. Adz-Dzaariyaat ayat 56). Ibadah ini adalah pengabdian utama dan pertama disyariatkan Allah ( QS. Thoha ayat 14). Hal ini Banyak dijelaskan Allah Subehanahu Wata’ala dalam firman-Nya. Dan terpenting lagi dari perintah adalah adalah penetapan Shalat sebagai  penolong utama ( QS. 2 : 153).

Oleh karena itu dari awal ditegaskan kepada peserta didik agar disiplin ibadah ini bisa mereka pelihara agar nantiya terwujud peserta didik yang bertaqwa kapan dan di manapun berada.

Disiplin Ibadah ini merupakan kunci peningkatan ketaqwaan dan ketaqwaan inilah menjadi nilai manusia dihadapan Tuhannya…

 

B.   DISIPLIN BERAKTIVITAS (BEKERJA) (KEBAIKAN)

Disiplin bekerja merupakan Buah manis dari aktivitas disiplin ibadah . Buah dari disiplin Ibadah adalah berdampak pada aktivitas hidup di sepanjang hari seorang manusia. Jika Ibadahnya benar, maka buahnya pun akan manis atau benar. Dan Ibadah utama adalah shalat sehingga shalat inilah yang berbuah kebaikan dalan semua aktivitas.

Terwujudnya disiplin ibadah inilah  akan melahirkan manusia yang disiplin bekerja atau beraktivitas.

Aktivitas bekerja ini akan bisa terpelihara jika kita mengikuti petunjuk Allah Subehanahu Wata’ala dalam firman-Nya dalam QS. Al-Jum’ah ayat 10  yang artinya:

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”.

          Disiplin bekerja menjadikan siswa-siswa kita belajar tepat waktu, kerja tugas tepat waktu, beraktivitas di sepanjang hari sesuai porsi waku masing-masing (Sesuai aturan yang berlaku).

C.   TELADAN

Keteladanan merupakan modal utama dalam meningkatkan kesuksesan disemua bidang kehidupan dan keteladanan ini harus merujuk ke guru/pendidik terbaik dunia ini yaitu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam. Teladan tertinggi dan terbaik yang ditetapkan Allah adalah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sesuai firman-Nya dalam QS. Al-Ahzab ayat 21 yang artinya:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

          Berdasarkan firman Allah diatas, maka jelaslah bahwa tidak keteladan terbaik dalam mendidik/mengajar selain baginda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.  Lalu apa yang diteladankan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam? Yang diteladankan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam adalah disiplin Ibadah dan disiplin kerja/beraktivitas.

Kuncinya adalah semua pendidik harus jadi teladan Ibadah dan Bekerja…

Gabungan 2 Disiplin dan Teladan inilah kunci Sukses Mendidik …

Syaratnya harus berkolaborasi positif sesuai firman Allah QS. 5 ayat 2.

Berikut ini


[389]. Syi'ar Allah ialah: segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadat haji dan tempat-tempat mengerjakannya.

[390]. Arti bulan haram lihat no. [119], maksudnya ialah: dilarang melakukan peperangan di bulan-bulan itu.

[391]. Ialah: binatang (unta, lembu, kambing, biri-biri) yang dibawa ke Ka'bah untuk mendekatkan diri kepada Allah, disembelih ditanah haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir miskin dalam rangka ibadat haji.

[392]. Ialah: binatang had-ya yang diberi kalung, supaya diketahui orang bahwa binatang itu telah diperuntukkan untuk dibawa ke Ka'bah.

[393]. Dimaksud dengan karunia ialah: keuntungan yang diberikan Allah dalam perniagaan. Keredhaan dari Allah ialah: pahala amalan haji.

 

          Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa rumus sukses adalah perpaduan yang prima antara disiplin ibadah dab disiplin kerja seta memberikan keteladanan yang secara sederhana dapat dirumuskan

RUMUS : DISIPLIN (DI,DK) + TELADAN (ULIL AMRI) = SUKSES

Untuk mewujudkan  Peningkatan Mutu Hasil Belajar Di Sekolah, maka ada dua kata kunci yang harus ada dalam setiap aktivitas layanan pendidikan  yaitu disiplin dan teladan.

 

 

Sumber : Al-Qur’an dan terjemahannya ….

Saudaraku, sahabatku, Ayo belajar lagi , Ayo Refleks kembali Tujuan Hidup Manusia dalam Al Qur'an bersama Ustadz Adi Hidayat di https://youtu.be/10J1ECslFyY












Minggu, 09 April 2023

ADZAN PANDUAN SUKSES ORANG BERIMAN (ORANG BERTUHAN)

 

ADZAN PANDUAN SUKSES ORANG BERIMAN (ORANG BERTUHAN)

Bersama : SUYUTI, SMAN 5 SOPPENG

 

A.     PENDAHULUAN

Allah Subehaanahu Wata’ala Tuhan kita semua yang  Menciptakan manusia dengan tujuan yang benar yaitu hanya untuk mengabdi semata. Sesuai firman Allah berikut ini, QS. Adz Dzaariyaat:56


Hanya Allah yang menciptakan manusia, sehingga hanya Allah saja yang Maha mengetahui cara menjadikan memelihara manusia agar hidupnya Bahagia, agar hidupnya sukses.   Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman, Allah menjadikan Shalat sebagi penolongnya.  manusia dari sebelum lahir  hingga setelah mati.

Al-Qur’an Allah turunkan sebagai petunjuk hidup yang benar  agar hidup manusia Bahagia, tentram, aman , selamat. Al-qur’an menjadi panduan utama untuk bisa sukses hidup di Bumi_Allah ini. Allah menjelaskan dalam QS. Al-Jum’ah ayat 9-11 tentang panduan khusus hidup mengabdi di Bumi-Nya ini. Panduan itu dituntun melalui Adzan.

Jadi Panduan khusus itu adalah Adzan . Adzan menjadi Panduan Sukses Orang Beriman/Bertuhan  artinya semua Langkah-langkah kesuksesan itu diajarkan Allah melalui adzan ini yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.

 

Bacaan Lafadz Adzan: Arab, Latin, dan Terjemahannya Berikut ini bacaan lafal azan dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahannya.

Artinya:

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah

Aku bersaksi bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah

Marilah mendirikan salat

Marilah menuju kepada kejayaan

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

Tiada Tuhan selain Allah

A.     PEMBAHASAN

ADZAN PANDUAN SUKSES ORANG BERIMAN/BERTUHAN

Tujuh tahapan panduan sukses orang beriman sesuai tuntunan Allah lewat adzan yang para muadzin  kumandangkan minimal 5 kali setiap harinya. Azan adalah panggilan ibadah bagi umat Islam untuk mendirikan salat fardu. Panggilan azan dikumandangkan setiap memasuki waktu salat lima waktu. Apabila azan digunakan untuk panggilan salat, iqamat adalah seruan untuk segera menunaikan salat (Baca selengkapnya di artikel "Bacaan Lafadz Adzan dan Iqomat: Arab, Latin, serta Artinya", https://tirto.id/gnMF ) :

Mari kita membahas bersama satu persatu ke tujuh panduan sukses dalam adzan tersebut!

 I. Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)

Berikut ini Al-Bara’ bin Malik  menegaskan, “Ketika perang Khandaq, kami menemukan sebuah batu besar yang keras di salah satu parit yang tidak bisa dipecahkan dengan cangkul. Lalu kami mengadukan hal itu kepada Rasulullah. Maka beliaupun datang sambil membawa cangkul kemudian mengucapkan, “Bismillah”. Selanjutnya langsung memukul batu itu dengan sekali pukulan. Kemudian mengucapkan, “Allaahu Akbar, telah diberikan kepadaku kunci-kunci kerajaan Syam. Demi Allah, saat ini aku benar-benar melihat istana-istananya yang (penuh dengan gemerlapan).” Kemudian beliau memukul tanah itu untuk yang kedua kalinya. Maka terpecahlah sisi yang lainnya. Lalu beliaupun bersabda, “Allaahu Akbar, telah diberikan kepadaku negeri Persia. Demi Allah, aku benar-benar melihat istana kerajaannya yang penuh dengan gemerlapan sekarang ini.” Lantas beliau memukul tanah itu untuk yang ketiga kalinya seraya mengucapkan, “Allaahu Akbar”. Maka terpecahlah bagian yang tersisa dari batu itu. Kemudian beliau bersabda, “Allaahu Akbar, aku benar-benar diberi kunci-kunci kerajaan Yaman. Demi Allah, aku benar-benar melihat pintu-pintu Shan’a dari tempatku ini” (Al-Mubarakfuri, 2005).

Fokus pada impian besar Allaahu Akbar itulah dibuktikan oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Bersama sahabat yang meraih kemenangan dakwah dalam meraik kesuksesan perang. Impian  besar untuk banyak orang seperti dicontoh Sallallahu Alaihi Wasallam di atas menunjukkan bahwa kekuatan Allaahu Akbar tidak batasnya dalam meraih kesuksesan. Semakin besar impian itu untuk Allah semakin besar pula pertolongan Allah di dalamnya

Di sinilah kita mendapatkan pelajaran bahwa Kalau berdoa mintalah yang terbaik, tertinggi, termulia, terdepan dalam kebaikan (berfastabiqulkhairat, berlomba-lomba dalam kebaikan) seperti dicontohkan Allah dan Rasul-Nya, minta  Surga Firdaus …. Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam  telah mengajarkan meminta surga Firdaus surga tertingggi…

Ayo Impian terus diperbesar sesuai makna takbir itu sendiri, Ayo pasang cita-cita jadi Milyader Agama  untuk umat agar bisa umrah atau dan mengumrahkan, haji atau dan menghajikan , bebas utang dan membebaskan utang saudara kita, bisa menjadi pintu rezeki orang-orang beriman, aamiin … Impian2 besar itu akan terjawab sesuai proses yang kita lakukan… Ingat, semua kesuksesan ada prosesnya karena orang SUKSES harus SUKa berproSES. Setelah pasang cita-cita, pasang impian barulah kita fokus untuk mencapai impian itu, cita2 itu melalui proeses yang benar yang diridhoi Allah sesuai petunjuk Allah saja  yang Maha Besar dan Maha Benar.

Takbir awal di adzan ini merupakan kekuatan niat awal saat mau beraktivitas, pondasi awal untuk sukses. Ini Terkait dengan niat awal kita beraktivitas di jalan Allah atau bukan

Hadits pertama Arbain karya Iman Nawawiyah

Pahala Pekerjaan ditentukan Niatnya: 

Artinya

 

Amirul Mukminin Abi Hafsh Umar bin Khattab ra. berkata, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya amal perbuatan itu disertai niat dan setiap orang mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang berhijrah hanya karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu menuju Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya itu menuju yang ia inginkan." (Diriwayatkan oleh dua orang ahli hadits: Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al-Bukhari dan Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusyairy AnNaisaburi, di dalam kedua kitab tershahih di antara semua kitab hadits).

 

Ingatlah selalu, dalam memasang niat harus tujuan utamanya  benar hanya di jalan Allah di jalan Tuhan yaitu hanya untuk  memenuhi tujuan hidup  sesuai firman Allah Adzariyat (51)  ayat 56.

 

     I.          Asyhadu Allaa Illaaha Illallaah (2x)

Asyhadu Allaa Ilaaha Illalaah, Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. Ini penegasan bahwa hanya satu Tuhan yang berhak diibadahi bermakna bahwa di sini kita diingatkan akan  semua hal proses/Langkah2 yang kita lakukan dalam aktivitas hidup semata-mata karena Allah Subehanahu Wata’ala, hanya untuk mengabdi kepada Allah saja. Jadi Niatkan semata-mata karena Allah SWT, kita belajar krn Allah, kita berkomunikasi semua manusia diniatkan karena Allah.

Mengapa harus demikian? Karena kalau semua aktivitas kita diniatkan karena Allah, maka semua proses  pasti dibantu oleh Allah, pasti Allah akan mudahkan, akan dirahmati dan yang pasti semua yang kita  lakukan adalah kebaikan dimata Allah, semua proses adalah menanam kebaikan. Yang Namanya menanam pasti ada waktu panennya. Dan Waktu panen kenaikan itu hanya ditentukan Allah sesuai impian atau cita-cita kita…

Semua fokus aktivitas diniakan karena Allah agar semua jadi manfaat untuk Dunia dan Akhirat serta manfaat sesama, semakin banyak orang beriman tertolong tercapai impiannya, maka semakin mudahlah impian-impian kita itu wujudkan.

Syarat mutlak diterimanya amal aktivitas di manapun berada adalah ikhlas ber Tuhan Allah dan hanya mengabdi kepada-Nya saja. Inilah kata-kata kuncinya sehingga semua aktivitas akan bernilai Ibadahlah  yang akan memudahkan impian hidup  terwujud.

        II.     Asyhadu Anna Muhammadar Rasuulullah (2x)

Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah, Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ini memberikan makna bahwa untuk mencapai impian yang kita cita-citakan, kesuksesan yang besar , maka harus ada role model benar/terbaik, harus ada teladan mutlak dan Allah telah menetapkan Nabi Muhammad Sallaaw sebagai terbaik sesuai firman-Nya

Rasulullah terkenal sebagai orang terpercaya dengan gelar Al-Amin, beliau sangat Amanah, sangat jujur (memberikan kejelasan yg benar dengan yang salah), murah senyum dan memberikan excellent servis semua pelangganya, memberikan layanan terbaik kepada siapa beliau bersilaturahmi. Ini syarat yang harus diikuti.

Amanah ini akan ditipkan Allah sesuai kemampuan masing2 untuk mewujudkan impian kita, maka harus dipelihara amanah itu sesuai petunjuknya agar dirahmati Allah..

Jika Semua Amanah Allah bisa kita penuhi, maka Allah Allah pasti akan memberikan amanah yang lebih baik lagi. Melaksanakan amanah ini merupakan realisasi dan kesyukuran kepada Allah, ( Amanah = Bersyukur)

Kitalah orang2 istimewa dengan mengikuti pola Pikir Nabi Saw….

Allah Menetapkan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sebagai Teladan Sukses segala bidang yang senantiasa membangun pola pikir positif bersam para sahabat beliau…..

Pesan Ali, Sahabat sekaligus menantu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Bahwa : “Kalau belum terpenuhi impian/doa, maka Allah akan mengganti yang lebih jika kita bersabar dan terus berpikir positif …”

Jika kita pelihara kesabaran dan keikhlasan, maka Allah pasti akan memberikan yang terbaik dalam mencapai impian-impian kita. Disinilah lahir memntal-mental kuat, mental-mental petarung. Mental seperti inilah yg disebut sebagai mental pemenang.

Akhirnya kami ingatkan bahwa hanya satu teladan terbaik hidup ini yaitu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam saja. Teladan terbaik yang hanya mengharapkan kemuliaaan hidup dunia dan akhirat…

I.     Hayya 'Alashshalaah (2x)

Mari mendirikan shalat, ini memberikan makna pembuka untuk menang yaitu Seruan untuk kita bergerak memenuhi panggilan Ilahi melaksanalan syarat kemenangan, seruan untuk  kita  bertindak  (sesuai firman Allah QS. 62 ayat 9-10)

Seruan untuk action, seruan untuk belajar dan belajar, bekerja- dan bekerja. Praktik dan praktik menerapkan Ilmunya sesuai seruan Allah untuk berbuat, bergerak , bekerja …  Allah mengajarkan kita, jika bekerja harus fokus dan menyelesaikan dengan baik. Jika selesai urusanmu/pekerjaanmu, maka lanjutkanlah melakukan urusan/pekerjaan berikutnya dan seterusnya.

Bergerak Bersama dalam shalat inilah akan melahirkan keuntungan berjamaah, kemenangan berjamaah, kesuksesan berjamaah, keselamatan berjamaah. Untuk mewujudkan impian sukses  hidup Dunia Akhirat, maka Allah menetapkan shalat sebagai penolong utama. Shalat perintah  pertama Allah setelah kita beriman dan sekaligus penolong orang beriman.

Perintah mengabdi sebagai tujuan hidup dibuktikan dengan shalat sesuai firman Allah berikut ini.

Selanjutnya Allah menetapkan Shalat sebagai penolong utama orang beriman untuk bisa mendapatkan kemenangan Dunia dan Akhirat,  sesuai firman Allah berikut ini.

Shalat menolong kita di dunia dalam mencegah perbuatan keji dan mungkar dan  Shalat  menjadi kunci diterimanya amal kebaikan di Akhirat kelak.  Shalatlah  yang pertama kali diperiksa di Akhirat, jika shalatnya diterima maka diterimalah amal lainnya.

Kegigih dan ketangguhan hidup ada pada kekuatan shalat sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wasallam.

I.    Hayya 'Alalfalaah (2x)

Mari kita menuju  kemenangan, kejayaan,  menuju kesuksesan sebagi hasil dari usaha ikhlas sabar dalam memelihara shalatnya. Inilah hikmah muadzin yang   sebenarnya yaitu memiliki esensi bahwa  Allah menyeruh orang beriman untuk segera menuju pada kesuksesan hakiki, kemenangan sesungguhnya.

Kemenangan di mata manusia belum tentu kemenangan di mata sang pencipta. Bisa saja manusia dimata kita mereka sukses tetapi Allah melihatnya sebagai sebuah kekalahan, sebuah kedurhakaan.  Esensi kesuksesan orang beriman adalah selamat Bahagia Dunia (Misi) dan selamat Bahagia Akhirat (Visi) yang kuncinya adalah shalat. Allah mengajarkan cara meraih Visi Misi ini melalui Dinul Islam (QS. Al An’am ayat 153).Ada juga hamba Allah hanya mendapatkan kebahagian/kesuksesan dunia tetapi di akhirat mereka rugi.

Hanya Sukses Dunia Akhirat menjadi kebanggan orang beriman di hadapan Tuhannya, ini sesuai firman Allah berikut ini (Doa Visi Misi).


      I.    Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)

Allah Maha Besar,  ini memberikan isyarat bahwa tujuan awal dan akhir tidak pernah berubah, keikhlasan awal dan akhir tidak ada perubahan, konsisten niatnya dari awal ke akhir. Nama Allah Maha Besar kembali diserukan di Akhir sebagaimana di awal ini. Ini memberikan isyarat bahwa kemenangan kita kesuksesan kita itu semua merupakan karunia  yang datangnya dari Allah SWT semata, bukan dari kepandaian kita, bukan dari kejagoan kita.  Semua kemenangan, kesuksesan datang mata-semata  Allah, sehingga kita tidak berhak menyombongkan diri, membanggakan diri.

Untuk menjaga tetap istiqanmah tidak menyombongkan diri, maka solusinya adalah belajar dan belajar, tetap terus belajar hingga Akhir hayat….  Karena hanya yang mau belajar takut kepada Allah hanya para ulama yang takut kepada Allah. Inilah berlomba-lomba dalam kebaikan dan kita berusaha menjadi pemenang, dan teladan utama dalam hal ini adalah nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang hari diwakilkan oleh para Ulama. Para Ulama ini menjadi contoh hamba Allah yang takut kepada Allah saja, sesuai firman Allah berikut ini. 


Tujuan Awal harus menjadi tetap sama Tujuan Akhir

 

 

VII. Laa ilaaha illallaah (1x)


            Tiada Tuhan Selain Allah, ini memberikan isyarat bahwa Tuhan  awal dan akhir tidak pernah berubah tetap Allah, keikhlasan awal dan akhir tidak ada perubahan hanya mengabdi kepada Allah, konsisten niatnya dari awal ke akhir dalam Ibadah. Ini memberikan isyarat bahwa kemenangan kita Bersama Allah saja, kesuksesan kita itu semua merupakan karunia Allah  yang datangnya dari Allah SWT semata sesuai kehendak-Nya, bukan dari kepandaian kita, bukan dari kejagoan kita.  Semua kemenangan, kesuksesan datang mata-semata  Allah, sehingga kita tidak berhak menyombongkan diri, membanggakan diri.

Kembali dipertegas bahwa untuk mendapat semua kemenangan segalanya harus senantiasa Bersama Allah, hidup mati di atas kalimat kalimat ini untuk tetap ikhlas dan sabar di jalan-Nya.  Kalimat akhir ini menjadi sebaik-baik doa.

Kalimat la ilaha malikul haqqul mubin merupakan salah satu bacaan dzikir yang dianjurkan untuk diamalkan oleh umat Muslim. Kalimat yang tertera dalam pintu Ka’bah ini diriwayatkan mampu mendatangkan rezeki bagi orang yang membacanya.

Imam Al-Baghdadi dalam kitab hadits Tarikh Baghdad meriwayatkan dari Imam Malik, perawi Abu Nu'aim meriwayatkan dari Sahabat Ali radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa membaca 'Laa ilaaha illallah al malikul haqqul mubin' seratus kali dalam sehari, maka memperoleh jaminan aman dari kemiskinan, diselamatkan dari dahsyatnya kubur, dan terbuka untuknya pintu-pintu surga.” (HR. Abu Nu'aim dalam bab Shifah al-Jannah, Al-Khatib Al-Baghdadi di Tarikhnya: 12/358-359).

https://kumparan.com/berita-hari-ini/la-ilaha-malikul-haqqul-mubin-bacaan-dzikir-untuk-mendatangkan-rezeki-1vNYJsFZYSx/full

 

 

 

 

A.     PENUTUP

I.     Kesimpulan

  Untuk mencapai kesuksesan hakiki sebagai kesuksesan yang dirahmati Allah, maka ikutilah tangga kemenangan dari Allah melalui Adzan ini sebagai panduan kesuksesan orang bertuhan/beriman dari Allah Subehanau Wata’ala (QS. Al-Baqarah ayat 152-153,  QS. Al-Jum’ah ayat 9-11)

II.    Saran

Saudaraku,

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya ( QS. Al’Maa’idah ayat 2). Mari menerapkan perintah Allah agar menjadikan hamba yang taqwa dengan menjadikan shalat dan sabar sebagai penolong utama.

 

 

 DAFTAR PUSTAKA

 

1.      Al-Qur’an

2.      Terjemahan Al-Qur’an

3.      Tafsir

4.      Hadist

5.      Bahan Pembinaan 3CM Mitra BP Bersama Founder BP Ippho santosa dan Timnya (Pembinaan tiap malam senin jam  3 dinihari setelah shalat tahajjud sampai shalat subuh)

8.      Website  Bahagia beraktivitas di link https://suyutim-soppeng.blogspot.com/2013/03/shalatlah-sebelum-dishalati.html