Kamis, 14 Oktober 2021

3.3.a.9. Koneksi Antarmateri - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid Bersama CGP SUYUTI SMAN 5 SOPPENG

 

3.3.a.9. Koneksi Antarmateri - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

Bersama CGP SUYUTI SMAN 5 SOPPENG

 

Pengantar:

Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk perikehidupan bersama adalah memerdekakan manusia sebagai anggauta persatuan (rakyat). 

-Ki Hadjar Dewantara-

 

Adapun hal-hal menarik  yang dapat saya dapatkan dari pembelajaran modul Materi ini adalah di mana sekolah sebagai suatu komunitas ternyata memiliki banyak potensi/asset/kekuatan yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung kelancaran layanan pendidikan di sekolah. Seluruh Asset/kekuatan tersebut dapat berkontribusi positif terhadap kesuksesan program yang dijalankan di sekolah. Semua program-program yang disusun harus mengedepankan kepentingan murid sehingga  program tersebut bisa memberikan dampak positif pada kemajuan murid. Setiap program yang dijalankan sekolah merupakan program unggulan sesuai visi yang sifatnya berkelanjutan sehingga program tersebut senantiana diselaraskan dengan kekuatan atau asset yang dimilki sekolah. 

 

Setiap Program yang disusun harus disesuaikan dengan kepentingan pencapaian  visi dan misi sekolah kami yaitu berbasis Imtaq . Setiap program yang dilaksanakan pasti melalui tahapan-tahapan dari mulai perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, rencana tindak lanjut dan perbaikan. Perencanaan yang baik  akan menetukan keberhasilan dan kesuksesan dari program tersebut. Rencana sebagai langkah awal akan menuntun langkah-langkah selanjutnya yang mengarahkan terhadap pencapaian tujuan dan cita-cita yang ingin dicapai dari program tersebut. Setiap Program harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dijadikan patokan dalam melaksanakan program yang akan dijalankan secara dinamis.

 

Salah satu panduan yang dapat digunakan dalam menyusun rancangan sebuah program adalah dengan menerapkan paradigma Inkuiri Apresiatif melalui tahapan BAGJA. Tahapan BAGJA merupakan pendekatan yang digunakan untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik degan berbasis kekuatan yang dimiliki dan dilakukan secara kolaboratif. Diharafkan dengan menerapkan tahapan BAGJA maka program yang dijalankan akan tepat sasaran berdampak pada murid. 

 

Selanjutnya strategi yang digunakan dalam Pengelolaan Program Sekolah adalah strategi MELR (Monitoring, Evaluation, Learning and Reporting)

Monitoring: merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk mengumpulkan data dan mengukur kemajuan atau objektifitas kegiatan yang dilakukan, proses pemamtauan perubahan yang berorientasi pada proses dan out put. Proses ini dilakukan perhitungan akan kegiatan yang akan dilakukan dan melihat secara langsung pelaksaan program, apakah sudah sesuai dengan rencana atau belum.

Evaluation:  merupakan proses yang dilakukan untuk menilai kefektifan suatu program dan perubahan signifikan dari suatu program, kebutuhan perbaikan, rencana tindak lanjut dan rekomendasi.  Tujuan Evaluasi : Untuk mengetahui ketercapaian tujuan dan sasaran program, Mengetahui estimasi dana yang dikeluarkan dan manfaat program tersebut.

Mengukur kualitas out put dari program. Melihat dampak positif dan negative dari suatu program serta mengetahui penyimpangan-penyimpangan yang muncul setelah membandingkan antara tujuan dan ketercapaian target.

Sebagai masukan untuk memperbaiki bagi proses program selanjutnya.

Indikator Evaluasi  meliputi: Efektivitas, Kecukupan, Pemerataan, Responsivitas, dan Ketepatan.

 

Metode untuk monitoring dan Evaluasi: Metode dokumentasi, Metode survey, Metode observasi lapangan, Metode wawancara, Metode FGD:

 

Learning;  Menurut Dr Roger Greenaway seorang ahli pelatihan guru fasilitator terdapat 4 tingkatan model kerangka kerja learning yang sering disebut dengan 4F yaitu:

            Fact (Fakta ) catatan-catatan terkait kejadian.

Feeling (Perasaan): berhubungan dengan rasa yang muncul dari situasi yang terjadi.

Finding (Temuan): Kebermaknaan dari pembelajaran yang telah dilakukan yang dapat diaplikasikan secara real.

Future (Masa Depan): penyusunan pembelajaran untuk diimplementasikan di masa yang akan datang.

 

Reporting; Reporting atau Laporan adalah media bagi pemimpin untuk memberikan infromasi atau masukan atas keputusan yang diambilnya. Laporan haruslah valid, objektif, dapat dipertanggungjawabkan dan lengkap. Laporan ini merupakan out put akhir dari suatu kegiatan dalam bentuk dokumen.

 

Adapun materi dalam modul lain/paket modul lain yang berhubungan dengan materi dalam modul 3.3. ini Manajemen Resiko

Manajemen resiko mempunyan peran penting dalam menghindari resiko yang bakal muncul dalam sebuah program.  Resiko menjadi konotasi negative dan akibat yang kurang menyenangkan dari suatu tindakan.  Dalam dunia pendidikan ada beberapa tipe resiko.

 

Resiko Strategis, resiko ini akan mempengaruhi terhadap pencapaian tujuan yang telah ditentukan.

Resiko Keuangan, resiko yang berhubungan dengan keterbatasan finansial.

Resiko operasional, resiko terkait mengganggu terhadap keberlangsungan proses menejemen.

Resiko pemenuhan, resiko yang mempengaruhi terhadap pemenuhan aturan dan hukum yang dianut dalam melakukan proses dan prosuderal internal.

Resiko Reputasi, resiko yang berpengaruh terhadap nama baik dan citra lembaga.

Dalam melaksanakan manajemen resiko ada beberapa tahapan yang dilalui sebagai berikut:

 

Adapun tahapan manajemen risiko adalah sebagai berikut:

a.    Identifikasi jenis risiko, mencakup:

1)    Risiko Strategis,

2)    Risiko Keuangan,

3)    Risiko operasional,

4)    proses manajemen,

5)    Risiko pemenuhan, dan

6)    Risiko Reputasi( merupakan risiko yang berdampak pada reputasi dan merek lembaga.

b.    Pengukuran risiko, mencakup:

1)    Lokasi atau jalanan licin akibat hujan lebat

2)    Jalan di Pinggi sungai akan rawang terpleset jatuh ke sungai

3)    Pengenalan Lokasi oleh seluruh peserta untuk menghindari adanya peserta tersesat (terpisah dari rombonan)

4)    Durasi Waktu yang digunakan perlu efektif dan efisien.

c.    Melakukan strategi dalam pengendalian risiko dengan mendiskusikan strategi yang diambil untuk mengendalikan resiko yang mungkin terjadi, seperti:

1)    Menyewa petugas lapangan saat berada di lokasi

2)    Melengkapi peserta dengan berbagai alat bahan yang dibutuhkan di lokasi

3)    Membagi tugas panitia dalam endampingi rombongan

4)    Semua panitia berbagi tugas dengan tepat sesuai wewenang masing2

5)    Tim khusus yang bergerak cepat saat dibutuhkan.

d.     Melakukan evaluasi terus-menerus, maju dan berkelanjutan dari semua rincian rencana kegiatan sehingga sebelum kegiatan dilaksanakan sudah bisa ditemukan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi serta solusi yang tepanyang bisa diambil jika hal tersebut betul-betul terjadi. Evaluasi ini sangat tepat dilakukan untuk semua rencana kegiatan yang akan dilakukan ….

 

Adapun kaitan antara pemetaan sumber daya dengan perencanaan program sekolah yang berdampak pada murid adalah Pemetaan sekolah sangat penting dilakukan untuk mendapatkan data terkait asset atau kekuatan yang dimiliki sekolah. Kekuatan yang dimiliki sekolah dijadikan sebagai modal dalam membantu sekolah menjalankan program-program yang berdampak pada murid.   Proses pemetaan yang dilakukan sebagai salah satu upaya sekolah dalam menerapkan inkuiri apresiatif tahapan BAGJA.

 

Modul 3.3. Pengelolaan Program yang berdampak pada murid memiliki keterkaitan dengan modul sebelumnya. Berikut adalah deskripsi keterkaitan modul 3.3 dengan modul sebelumnya.

 

Kaitannya dengan Filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara

Proses menuntun yang dilakukan guru untuk memerdekakan belajar murid akan cepat terrealisasi dengan program-program sekolah yang berdampak pada murid. Program-program sekolah yang mengarahkan dan menuntun murid untuk bisa hidup sesuai dengan kodrat alam dan zamannya. Segala potensi yang dimiliki murid akan berkembang secara maksimal dengan adanya program yang berdampak pada murid.

 

Kaitannya dengan Inkuiri Apresiatif

Dalam menyusun program, sekolah akan merancang sebuah program yang dapat dirasakan dan berdampak pada pengembangan murid dan sekolah itu sendiri. Program yang berdampak murid akan didapatkan dengan menyusun program tersebut secara kolaboratif dan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki. Kekuatan yang dikembangkan agar memiliki kekhasan sendiri yang membedakan dengan sekolah lainnya. Proses penyusunan program tersebut mengimplementasikan tahapan BAGJA dengan menerapkan pendekatan Inkuiri Ipresiatif.

 

Kaitannya dengan pengelolaan asset sekolah, 

Segala asset/kekuatan/potensi yang dimiliki sekolah haruslah dipetakan, dikelola dan dimanfaatkan untuk mendukung dan mewujudkan program yang berdampak pada murid. Program yang berdampak pada murid akan cepat dan tepat terlaksana jika asset-aset dimiliki sekolah dapat dimaksimalkan. Dari hasil identifikasi 7 asset sebagai  modal utama di sekolah . Aset-aset itulah yang akan dimanfaatkan secara optimal dalam melaksanakan seluruh program sekolah yang berdampak pada peserta didik. Ada 7 Modal sebagai asset penting di sekolah, ke 7 modal itu antara lain Modal Agama dan Budaya, modal manusia, modal sosial, modal fisika, modal lingkungan, modal finansial, dan modal politik.





Tidak ada komentar: