Rabu, 22 Februari 2012

PEMBELAJARAN SISTEM TUTOR SEBAYA DAPAT MENINGKATKAN SEMANGAT SISWA BELAJAR FISIKA

SISTEM PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA MENGGAIRAHKAN SISWA BELAJAR FISIKA

(Sesuai makna Firman Allah QS. Almaidah(5) :2 Tolong menolong dalam kebajikan dan ketaqwaan)

Oleh: SUYUTI, S.Pd., M.Si. (Guru SMA Negeri 1 Marioriwawo Kabupaten Soppeng)

A. Pendahuluan Masalah yang banyak di hadapi dalam pendidikan seiring dengan semakin modernnya sistem pendidikan dan tuntutan yang semakin berkembang, yakni tak jarang sekolah-sekolah yang masih menggunakan strategi pembelajaran konvensional cukup tertinggal jauh dalam melaksanakan proses pembelajarannya. Dalam proses pembelajaran dengan strategi konvensional ini, proses pembelajaran dilakukan secara soliter, artinya proses pembelajaran yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai kepada evaluasi pembelajaran siswa dilakukan oleh satu orang guru.

Gambaran pembelajaran seperti ini dapat dianalogikan bagaikan seorang penjual sate, di mana semua urusan suatu pekerjaan dari awal sampai akhir hanya di kerjakan oleh satu orang. Padahal sebenarnya, sekarang ini kurikulum pendidikan di Indonesia sudah makin berkembang. Sudah terlalu banyak tuntutan-tuntutan masyarakat yang ditujukan kepada para guru atau penyelenggara pendidikan. Saat ini, guru dituntut untuk lebih inovatif dan kreatif dalam menentukan/memilih metode pembelajaran yang digunakan, yang tentunya harus disesuaikan dengan materi pelajaran yang akan disampaikan kepada siswa. Selain itu, guru di era sekarang juga dituntut untuk lebih mengenal setiap individu dari diri siswa. Dan melihat ratio antara jumlah guru dan siswa yang tidak seimbang, tentu seorang guru tidak mungkin bisa menangani jumlah siswa yang banyak itu.

Satu hal yang juga penting, bahwa yang namanya guru bukan berarti orang yang tahu akan segala hal. Dalam hal ini, setiap manusia tentulah memiliki kekurangan dan kelebihan tentang pengetahuan, karena ilmu pengetahua sangat relatif yang dimiliki setiap orang. Ini menunjukkan bahwa guru pun membutuhkan sosok lain yang bisa diajak kerja sama dalam menghadapi segala kesulitan yang ada pada saat melaksanakan proses pembelajaran baik di kelas ataupun di alam terbuka (diluar kelas). Jika melihat beberapa masalah yang terjadi dalam dunia pendidikan, maka dalam hal ini pihak sekolah dan guru-guru dituntut daya kreativitasnya dalam memilih strategi yang tepat agar segala tuntutan yang ditujukan terhadap guru khususnya itu dapat terpenuhi dengan optimal.

Dan tampaknya strategi Pembelajaran Metode Team Teaching dan Tutor sebaya merupakan cara yang tepat untuk memudahkan terbangunnya kreativitas dan inovatif guru dan siswa dalam mensukseskan pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Strategi Pembelajaran Metode Team Teaching telah dibahas pada edisi yang lalu.

Pada tulisan ini khusus akan dibahas strategi Pembelajaran Metode Tutor Sebaya.
Ada beberapa masalah yang harus kita pecahkan bersama lewat tulisan ini, yaitu:
1. Bagaimana konsep Pembelajaran Metode Tutor Sebaya ?
2. Apa peran dan manfaat Pembelajaran Metode Tutor Sebay?
3. Apa Kriteria, Keuntungan, dan hakikat partisipasi Tutor Sebaya dalam pembelajaran?
4. Bagaimana strategi Tutor Sebaya dalam pembelajaran?

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memberikan konstribusi pemikiran khususnya kepada para pendidik dan seluruh simpatisan pendidikan tentang pentingnya memilih strategi pembelajaran yang tepat guna dan akan berhasil guna demi peningkatan hasil belajar siswa.
Dan strategi Pembelajaran Metode Team Teaching bisa merupakan pilihan yang tepat karena memang sesuai dengan Firman Allah dalam QS. Al-Maidah (5) ayat 2 yang artinya:
“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong
dalam berbuat dosa dan pelanggaran. ... “

B. Pembahasan

I. Pengertian Tutor Sebaya Kegiatan pembelajaran di dsalam kelas merupakan sebuah proses pembimbingan terhadap para siswa atau peserta didik dengan memperhatikan tingkat perkembangan anak, mengingat kecepatan perkembangan mereka sangat heterogen (serba tak sama). Proses pembelajaran seharusnya menempatkan siswa sebagai subyek mempunyai potensi dasar masing yang dapat berkembang bukan sebagai obyek yang hanya dapat dibentuk semau pendidik. Mereka membutuhkan dorongan eksternasl untuk menumbuhkembangkan potensi internal siswa. Setiap pendidik harus memiliki pemahaman bahwa semua siswa memiliki kelebihan atau potensi yang bervareasi untuk berhasil. Jadi keberhasilan itu merupakan sebuah permata yang dapat menjadi milik semua orang. Keanekaragaman potensi atau kemampuan yang dimiliki siswa dalam memahami sebuah konsep sering menimbulkan masalah, antara lain kadang ada siswa yang sangat cepat memahami dan ada yang merasakan kesulitan tetapi merekan segan bahkan merasa takut untuk bertanya kepada guru, apa lagi kalau guru tersebut kurang menyenangkan.

Kesulitan yang dialami oleh sekelompok siswa tersebut dapat diatasi dengan cara melibatkan teman sebayanya dalam pembelajaran atau guru menerapkan pembelajaran dengan metode tutor sebaya. Yang dimaksud tutor sebaya adalah seorang atau beberapa orang siswa yang ditunjuk dan ditugaskan untuk membantu siswa-siswa tertentu yang mengalami kesulitan memahami materi dalam belajar. Bantuan yang diberikan oleh teman sebaya pada umumnya dapat memberikan hasil yang lebih baik. Hal ini terjadi karena hubungan antar siswa terasa lebih dekat dibandingkan dengan hubungan antara siswa dan guru (Moh. Surya, 1985).

Tutor sebaya adalah suatu model pendekatan bimbingan dimana satu anak (tenaga ahli) mengarahkan anak yang lain (orang baru ataupun kurang ahli) dalam suatu materi tertentu. Tutor sebaya terjadi ketika tenaga ahli (tutor) dan orang baru (tutee) memiliki kesamaan atau kesetaraan usia. Dikemukakan Damon dan Phelp (Kalkowsky, 2004:1).
Menurut M. Sobry Sutikno (2007), beliau mengatakan bahwa untuk mencapai hasil belajar yang optimal, dianjurkan agar pendidik membiasakan diri menggunakan komunikasi banyak arah atau komunikasi sebagai transaksi, yakni komunikasi yang tidak hanya melibatkan interaksi dinamis antara pendidik dengan siswa melainkan juga melibatkan interaksi dinamis antara siswa yang satu denga siswa yang lainnya.

Kunandar (2007) mengatakan bahwa metode pembelajaran yang sangat ditekankan dalam pembelajaran tuntas adalah pembelajaran individual, pembelajaran sejawat (peer instruction), dan bekerja dalam kelompok kecil. Berbagai metode (multi metode) pembelajaran harus digunakan untuk kelas atau kelompok.
Kemudian Hamzah B. Uno (2007) mengatakan bahwa metode pertemuan adalah model pembelajaran yang ditunjukkan untuk membangun suatu kelompok social yang saling menyayangi, saling menghargai, mempunyai kedisiplinan yang tinggi, dan komitmen berprilaku positif.
Oleh karena itu guru selalu disarankan agar dapat melaksanakan pembelajaran dalam kelompok –kelompok belajar. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang anggotanya heterogen, yang pandai mengajari yang lambat/lemah, yang tahu member tahu yang belum tahu, yang cepat menangkap/mengerti mendorong temannya yang lambat , yang mempunyai gagasan segera member usul , dan seterusnya (Trianto, 2007) Teori Piaget menyatakan bahwa perkembangan kognitif anak sebagian besar ditentukan oleh manipulasi dan interaksi aktif anak dengan lingkungan.
Sementara Nur (dalam Trianto, 2007) menyatakan bahwa interaksi sosial Jadi Pembelajaran dengan bantuan tutor sebaya adalah suatu metode pembelajaran yang melibatkan siswa menjadi pengajar setelah dipilih oleh guru berdasarkan kriteria tertentu yang didukung dengan prestasinya yang lebih tinggi dari kelompoknya untuk membantu teman-temanya sendiri yang mengalami kesulitan belajar.
Tutor sebaya dikenal dengan pembelajaran teman sebaya atau antar peserta didik, hal ini bisa terjadi ketika peserta didik yang lebih mampu menyelesaikan pekerjaannya sendiri dan kemudian membantu peserta didik lain yang kurang mampu. Alternatifnya, waktu khusus tiap harinya harus dialokasikan agar peserta didik saling membantu belajar Fisika , bahasa atau pelajaran lainnya, baik satu-satu atau dalam kelompok kecil. Tutor Sebaya merupakan salah satu strategi pembelajaran untuk membantu memenuhi kebutuhan peserta didik. Ini merupakan pendekatan kooperatif bukan kompetitif.
Rasa saling menghargai dan mengerti dibina di antara peserta didik yang bekerja bersama. Tutor sebaya akan merasa bangga atas perannya dan juga belajar dari pengalamannya. Hal ini membantu memperkuat apa yang telah dipelajari dan diperoleh atas tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Ketika mereka belajar dengan “tutor sebaya”, peserta didik juga mengembangkan kemampuan yang lebih baik untuk mendengarkan, berkonsentrasi, dan memahami apa yang dipelajari dengan cara yang bermakna. Penjelasan tutor sebaya kepada temannya lebih memungkinkan berhasil dibandingkan guru.
Peserta didik melihat masalah dengan cara yang berbeda dibandingkan orang dewasa dan mereka menggunakan bahasa yang lebih akrab.

II. Peran dan Manfaat Pembelajaran Metode Tutor Sebaya

 a. Peran Tutor Sebaya dalam menyelesaikan soal-soal Fisika Dalam menyelesaikan soal-soal Fisika , pengajaran tutor sebaya sering digunakan untuk membantu para siswa yang lambat menyelesaikan soal atau untuk memberikan tambahan bimbingan bagi semua peserta didik yang kurang dalam menyelesaikan soal-soal Fisika. Ternyata para siswa yang lambat belajar Fisika sangat gembira dan bersemangat. Artinya pembelajaran system tutor sebaya ini dapat menggairahkan siswa belajar khususnya Fisika


 b. Manfaat peran tutor sebaya :
• Memberikan pengaruh positif, baik dalam pendidikan dan sosial pada guru, dan tutor sebaya.
 • Merupakan cara praktis untuk membantu secara individu dalam menyelesaikan soal- soal Fisika
• Pencapaian kemampuan menyelesaikan soal-soal Fisika dengan bantuan tutor sebaya hasilnya bisa menjadi di luar dugaan atau lebih baik.
• Jumlah waktu yang dibutuhkan peserta didik untuk menyelesaikan soal-soal Fisika akan meningkat secara signifikan, bergantung pada kualitas tutor sebaya yang digunakan. Dengan strategi ini para siswa yang lemah akan mengambil manfaat dari perhatian yang tak terbagi dari guru. Guru sering tidak punya cukup waktu untuk memberikan bantuan individu seperti ini kepada tiap peserta didik. Itulah sebabnya dengan adanya turor sebaya, maka para guru dan siswa yang kurang akan merasa sangat terbantu. Namun, ini harus dijelaskan dengan seksama kepada tutor sebaya tentang hal apa saja yang harus mereka lakukan. Tutor harus mengetahui harapan kepada mereka.

III. Kriteria, Keuntungan, hakikat partisipasi Tutor Sebaya dalam pembelajaran
a. Kriteria dan Keuntungan Tutor Sebaya
Learning to do (belajar untuk melakukan sesuatu) merupakan salah satu dari empat pilar yang ditetapkan oleh UNESCO. Learning to do dapat terwujud manakala sipembelajar (siswa) difasilitasi untuk mengatualiasasikan kompetensi, bakat, dan minat yang mereka miliki. Penerapan metode tutor sebaya dalam pembelajaran akan dapat mendukung pilar belajar Learning to do, jika siswa yang dipilih menjadi tutor memenuhi kriteria-kriteria yang betul. Kriteria-kriteria yang dimaksud adalah seperti pendapat pakar berikut.
Ada empat kriteria menjadi tutor sebaya yang ditawarkan oleh Moh. Surya (1985), yaitu:
1) tutor membantu murid/siswa yang kesulitan berdasarkan petunjuk guru,
2) murid/siswa yang dipilih sebagai tutor hendaknya diperhatikan segi kemampuan dalam penguasaan materi dan kemampuan membantu orang lain,
3) dalam pelaksanaannya, tutor-tutor ini dapat membantu teman-temannya baik secara individual maupun secara kelompok sesuai petunjuk guru,
4) tutor dapat berperan sebagai pemimpin dalam kegiatan-kegiatan kelompok, dalam hal tertentu dia dapat berperan sebagai pengganti guru.

Kesimpulannya bahwa siswa yang dapat ditunjuk sebagai tutor harus memiliki criteria yang jelas yaitu siswa yang memiliki keunggulan kompetensi dibandingkan dengan siswa lain di kelasnya.
 Selanjutnya, Moh. Surya (1985) juga menguraikan bahwa keuntungan metode tutor sebaya adalah
1) adanya suasana hubungan yang lebih dekat dan akrab antara murid/siswa yang dibantu dengan murid/siswa sebagai tutor yang membantu,
2) bagi tutor sendiri sebagai kegiatan remedial yang merupakan kesempatan untuk pengayaan dalam belajar dan juga dapat menambah motivasi belajar,
3) bersifat efisien, artinya bisa lebih banyak siswa dibantu, dan
4) dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri.

Dari uraian di atas, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa metode tutor sebaya dapat menimbulkan sebuah kekuatan/penguatan (reinforcement) baik bagi siswa yang dibantu maupun siswa yang membantu dalam mengkonstruksi pengetahuan/konsep, karena tutor sebaya dibangun dengan jalinan kedekatan dari kasih sayang. Dengan demikian penerapan metode tuto sebaya dalam pembelajaran akan dapat meningkatkan prestasi belajar. Tutor harus bekerja dengan peserta didik yang lebih muda dengan cara yang tenang dan penuh kooperatif, ramah, jujur, dan terhindar dari gangguan.

Berikut ini contoh teknik strategi tutor sebaya dalam menyelesaikan soal-soal Fisika, antara lain: Teknik mengarahkan. Teknik ini digunakan tutor berdasarkan hasil latihan dari guru mata pelajara Fisika. Guru mata pelajaran mengajarkan kepada tutor tekhnik membantu siswa yang kurang, sebagai berikut:
a) Membacakan besaran-besaran fisika yang diketahui, ditanyakan, dan rumus yang digunakan;
b) Memberikan kesempatan kepada siswa yang kurang untuk menyelesaikan sendiri soal tersebut, bantuan seperlunya dari tutor.
c) Guru mata pelajaran memantau kegiatan tutor seperlunya.
d) Tutor diberi kesempatan memimpin Pembelajaran untuk pembahasan penyelesaian soal-soal Fisika secara pleno. Sumber : www.idp-europe.org/toolkit/ dalam http://id.wordpress.com/tag/tutor-sebaya/

b. Hakikat Partisipasi Siswa dalam Pembelajaran Penerapan metode tutor sebaya dalam kelompok-kelompok kecil memerlukan peran aktif dari para siswa sebagai sukyek ajar bukan sebagai obyek ajar, dengan demikian proses pembelajaran akan berlangsung efektif dan bermakna. Kondisi ini pada akahirnya akan meningkatkan pemahaman peserta didik yang bermakna meningkatkan prestasi belajar siswa. Berbicara tentang aktivitas atau partisipasi siswa dalam pembelajaran, Trianto (2007) mengatakan bahwa guru tidak dibenarkan mengelola tingkah laku siswa dalam kelompok secara ketat, dan siswa memiliki ruang dan peluang untuk secara bebas mengendalikan aktivitas-aktivitas dalam kelompoknya. Menurut penulis/peneliti secara bebas itu bermakna merdeka dalam berkativitas di pembelajaran. Bedasarkan prinsip Student centered, peserta didik merupakan pusat dari suatu kegiatan belajar Kondisi ini dikenal dengan istilah Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA), yang merupakan terjemahan dari student active training, yang memiliki makna bahwa proses pem,belajaran akan lebih berhasil apabila peserta didik secara aktif melakukan latihan langsung dan relevan dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan (Dick dan Carey, dalam Hamzah B. Uno, 2007).

Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh guru dalam mendorong/memacu partisipasi siswa dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
1) sabar saat meunggu respon, karena seorang siswa dalam menyampaikan gagasannya perlu waktu,
2) pantau partisipasi kelas , untuk mengetahui apakah siswa tertentu berkembang partisipasinya,
3) berikan siswa tugas yang memerlukan komunikasi, misalnya beri tugas dia sebagai asisten guru, tutor sebaya, atau untuk menjadi ketua suatu kelompok kecil dari sebuah grup diskusi (Ken Shore’s, dalam M. Sobry Sutikno, 2007)

 IV. Strategi Belajar dengan Tutor Sebaya

Melakukan strategi belajar secara dini dalam upaya mengantisipasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa agar tidak berdampak lebih jauh terhadap pengaruh yang cukup signifikan terhadap kemampuan siswa dalam menguasai kompetensi yang seharusnya dicapai dan berdampak terhadap prestasi belajar siswa, salah satu metode yang diduga mampu membuat suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan serta dapat membantu kesulitan belajar siswa adalah metode dengan tutor sebaya. Melalui metode ini, siswa secara terbuka dan interaktif di bawah bimbingan guru, sehingga siswa terpacu untuk menguasai bahan ajar yang disajikan sesuai standar.
Yang dimaksud bimbingan tutor sebaya adalah kegiatan bimbingan yang dilaksanakan oleh siswa yang memiliki pemahaman dan keterampilan lebih luas dibandingkan dengan teman-temannya yang lain dan telah diberi pengarahan tentang keterampilan komunikasi dan konseling (tutor) dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan yaitu membantu teman-temannya yang mengalami kesulitan belajar (tutee) pada pelajaran TIK agar memperoleh hasil belajar yang lebih baik.
Greenwood dkk,(kalkowsky, 2004:6) mengemukakan bahwa “Terdapatnya keuntungan yang dapat diperoleh dari pelaksanaan tutor sebaya, yaitu belajar keterampilan akademis, mengembangkan prilaku social dan disiplin kelas, serta meningkatkan hubungan antar tutor. Dalam penelitiannyapun Greenwood menemukan adanya penigkatan .kepercayaan diri dan kemampuan pengendalian diri. Semuanya bermanfaat bagi tutor dan tutee”. Dari penjelasan diatas, jelas bahwa pembelajaran bantuan tutor sebaya memberikan keuntungan, baik bagi siswa tutor maupun siswa yang dibimbingnya (tutee). Bagi tutor dengan membimbing atau mengajarkan suatu topik kepada temannya, maka pengertian terhadap materi itu akan menjadi lebih mendalam dan kesempatan untuk pengayaan dalam belajar. Sedangkan siswa yang dibimbing akan lebih cepat mengerti karena bahasa siswa lebih mudah dimengerti oleh temannya. Sejalan dengan itu Natawidjaya (dalam Zuchri, 1996:5) mengatakan bahwa “bantuan belajar oleh tutor sebaya pada umumnya memberi hasil yang cukup baik, hubungan antara siswa yang satu dengan siswa yang lain pada umumnya terasa lebih dekat dibanding dengan guru”. Murid yang menjadi tutor hendaknya diperhatikan segi kemampuan dalam penguasaan materi dan kemampuan membantu orang lain. Itu berarti bahwa tutor adalah murid yang tergolong baik dalam prestasi belajarnya dan mempunyai hubungan social yang baik dengan teman-temannya (Sawali Tuhusya :2007). Dalam penggunaan metode pembelajaran tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan, seperti halnya tutor sebaya. Uraian di atas adalah beberapa kelebihan dari metode tutor sebaya sementara kekurangan metode ini antara lain : -Tidak semua siswa dapat menjelaskan kepada temannya. - Tidak semua siswa dapat menjawab pertanyaan temannya. Kesimpulannya bahwa siswa yang dapat ditunjuk sebagai tutor harus memiliki criteria yang jelas yaitu siswa yang memiliki keunggulan kompetensi dibandingkan dengan siswa lain di kelasnya. Kata kunci dalam strategi Pembelajaran Metode Team Teaching dan Tutor sebaya adalah sama yaitu Kerjasama. Dan paling tepat lagi karena sangat sesuai dengan konsep ilahiyah yaitu Firman Allah dalam QS. Al-Maidah (5) ayat 2 yang artinya:
“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. ... “

C. Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Jadi Pembelajaran dengan bantuan tutor sebaya adalah suatu metode pembelajaran yang melibatkan siswa menjadi pengajar setelah dipilih oleh guru berdasarkan kriteria tertentu yang didukung dengan prestasinya yang lebih tinggi dari kelompoknya untuk membantu teman-temanya sendiri yang mengalami kesulitan belajar
2. Ada empat kriteria menjadi tutor sebaya yang ditawarkan oleh Moh. Surya (1985), yaitu:
1) tutor membantu murid/siswa yang kesulitan berdasarkan petunjuk guru,
2) murid/siswa yang dipilih sebagai tutor hendaknya diperhatikan segi kemampuan dalam penguasaan materi dan kemampuan membantu orang lain,
3) dalam pelaksanaannya, tutor-tutor ini dapat membantu teman-temannya baik secara individual maupun secara kelompok sesuai petunjuk guru,
4) tutor dapat berperan sebagai pemimpin dalam kegiatan-kegiatan kelompok, dalam hal tertentu dia dapat berperan sebagai pengganti guru. .

3. Ada tiga tahapan Strategi Pembelajaran Metode Team Teaching yaitu Tahap Awal, Tahap Inti, dan Tahap Evaluasi.
4. Pembelajaran tutor sebaya ini menggairahkan siswa belajar, khususnya dalam belajar Fisika

IV. Saran Jika kita jujur menilai, maka sepantasnya kita belajar dari Jepang tentang bagaiman metode pembelajaran yang diterapkan di sana.
Prinsip jepang mengajar adalah mengetahui, maknanya: Guru mengajar, maka siswa harus mengetahui. Untuk memudahkan penerapan prinsip ini, maka Jepang menerapkan secara legal formal Pembelajaran Metode Team Teaching. Oleh karena itu penulis menyarankan agar kita semua guru di Indonesia dapat memulai sekarang Pembelajaran Metode Team Teaching dan tutor sebaya secara paralel.
Demi kemajuan bangsa dan agama, marilah kita sukseskan penerapan Pembelajaran Metode Team Teaching dan tutor sebaya agar mutu pendidikan di Indonesia dapat bersaing dengan Negara maju. Selamat mencoba.

1 komentar:

Suyuti Mappiabang, S.Pd., M.Si. mengatakan...

Mari kita menerapkan Firman Allah berikut QS. Al-Maidah (5) ayat 2 agar hidup kita dirahmati!
2. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah[389], dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram[390], jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya[391], dan binatang-binatang qalaa-id[392], dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya[393] dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.


[389]. Syi'ar Allah ialah: segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadat haji dan tempat-tempat mengerjakannya.

[390]. Arti bulan haram lihat no. [119], maksudnya ialah: dilarang melakukan peperangan di bulan-bulan itu.

[391]. Ialah: binatang (unta, lembu, kambing, biri-biri) yang dibawa ke Ka'bah untuk mendekatkan diri kepada Allah, disembelih ditanah haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir miskin dalam rangka ibadat haji.

[392]. Ialah: binatang had-ya yang diberi kalung, supaya diketahui orang bahwa binatang itu telah diperuntukkan untuk dibawa ke Ka'bah.

[393]. Dimaksud dengan karunia ialah: keuntungan yang diberikan Allah dalam perniagaan. Keredhaan dari Allah ialah: pahala amalan haji.